Kecerdasan Buatan - AI (Artificial Intelegence) dan Deep learning

Menjadi manusia merupakan suatu hadiah yang sangat menyenangkan. Manusia memiliki kemampuan serebral yang membuat mereka bisa menukarkan informasi antar individu dengan sangat efektif. Kemudian struktur sosial yang jelas membuat manusia menjadi yang teratas dalam piramida makanan berkat kerja sama dan kecerdasan mereka. Manusia tidak memiliki otot seperti gorila, ekor yang kuat seperti monyet, taring yang tajam seperti harimau, namun manusia masih bisa bertahan di tempat terkejam di dunia ini. Manusia adalah hal tercerdas di bumi.

Photo by Leighann Renee on Unsplash

Komputer
Kalian mungkin mengenal Alan Turing, salah satu pelopor komputer digital. Mesin yang dibuatnya merupakan "kalkulator" yang menghitung semua kemungkinan kode dari enigma, sebuah mesin penyandi yang digunakan untuk mengenkripsikan dan mendekripsikan pesan rahasia yang digunakan oleh blok poros di perang dunia kedua. Hal ini menciptakan suatu pertanyaan, mesin yang memecahkan kodenya atau orang yang membuat mesinnya yang pintar?

Algoritma
Langkah langkah merupakah hal terpenting dalam perhitungan, dari sinilah kecerdasan buatan bisa di ciptakan. Secerdas apapun kecerdasan buatan, kode didalamnya hanyalah fungsi if else. Dengan memberikan banyak peraturan apa yang harus dilakukan, perhitungan yang terjadi dapat menyimpulkan suatu keputusan yang sesuai dengan keinginan pembuatnya.

Photo by Franck V. on Unsplash

Kecerdasan buatan
Jika algoritma adalah mesin keras yang mengerjakan suatu hal, maka kecerdasan buatan adalah suatu alat yang mampu merubah ataupun menambah fungsinya. Kemampuan kecerdasan buatan untuk mengolah data dan merubah dirinya sendiri inilah yang membuat kecerdasan buatan "cerdas". Dan "pembelajaran" ini dilakukan tanpa bantuan manusia. Dengan proses ini, kita bisa membuat mobil yang bisa menyetir dirinya sendiri jika kita mengumpulkan data dari banyak pengemudi dan membiarkan kecerdasan buatan belajar.

Deep learning
Salah satu cabang dari Machine Learning ini merupakan salah satu yang terbaik. Deep learning memungkinkan AI untuk menambahkan atau mengurangi "lapisan" yang diperlukan kedalam dirinya. Dengan begitu, AI dapat menentukan apa saja yang berpengaruh hasil akhirnya. Banyak sekali penerapan teknik ini yang sudah membuktikan keampuhan teknik ini.

Photo by McKenna Phillips on Unsplash

Manusia adalah kecerdasan yang bodoh?
Jika kalian belum mendengar tentang juara catur yang kalah dengan AI? Permainan Go yang merupakan permainan yang lebih kompleks daripada catur, juga sudah dikalahkan oleh AI. Jadi, yang tersisa hanyalah olahraga yang memerlukan tim kan?  Jika kalian menganggap E-Sport adalah olahraga makan AI juga sudah mengalahkan banyak tim ternama di Dota 2. Permainan vidio yang memerlukan pemahaman yang tinggi dan kerja sama yang kuat. Kerja sama yang kuat merupakan kelebihan AI karena secara teknis, mereka satu orang. Dan tentu saja mereka mampu belajar bagaimana suatu hal akan berdampak pada hal lain dengan sangat cepat. Mengalahkan manusia dalam permainan strategi bukanlah hal yang sulit meningat manusia adalah makhluk yang ceroboh, mudah lupa, emosional, subjektif, dan banyak lainnya.

Jadi, kenapa kalau benar manusia kalah dengan kecerdasan buatan? Kita belum kalah sepenuhnya, kita masih memiliki kemampuan yang tidak dimiliki AI. Kita memiliki kesalahan dan kepedulian, itulah yang tidak dimiliki AI. Kita sempurna karena kesalahan kita, karena kita peduli dengan yang lainnya. Tanpa kesalahan kita, kita sekarang mungkin tidak bisa merasakan anti-biotik, microwave, ataupun kue coklat.



Posting Komentar

0 Komentar