Bagaimana AI, IoT, dan blockchain menciptakan harga bisnis tentang data

Banyak yang membicarakan bahwa AI, IoT, dan blockchain merupakan teknologi yang revolusioner.

Kenyataannya tentu saja tidak mudah mengubah ketiga hal ini menjadi hal bisa "di-uang-kan". Memasukan satu hal saja dalam bisnis merupakan rintangan yang besar. Tapi mungkin itu adalah salah kita, mungkin kita harusnya memanggap ketiga hal ini sebagai satu.

IoT akan memicu perubahan digital
Dengan banyaknya perangkat IoT yang diciptakan setiap detiknya, sangat sulit bagi orang biasa untuk mencari peluang industry di bagian teknologi IoT. Bahkan diperkirakan ada sekitar 55.000 perangkat baru setiap menitnya pada tahun 2022.

Namun ini masih belum apa apa, karena masih banyak data yang belum di olah di dunia. Dan inilah kenapa AI merupakan hal yang penting

Jika IoT adalah makanan, maka AI adalah chef Juna
dari salah satu studi di Ecosytm, setengah dari 1.115 responden tidak paham kemampuan dan batasan dari penggabungan IoT dan AI. Ini menunjukan bahwa penggabungan kedua hal ini membuktikan potensi dari AI sangatlah tinggi.

Photo credit: Ecosystm Global IoT Study 2018

AI mampu memahami data dan memberitahu kita tren apa yang sedang terjadi, dan machine learning mengolah data data tersebut dan melatih diri mereka. Hal ini menciptakan siklus dimana perangkat mengambil data, AI mengolah data, machine learning menggunakan informasi ini untuk memperbarui perangkat dan perangkat mengambil data lagi.

Tentu saja, dengan kegunaan informasi ini, informasi akan menjadi hal yang bisa "diuangkan". Bayangkan data dari rumah sakit dijual ke perusahaan asuransi dan industri olahraga. Ini menjadikan privasi dan keamanan kita dipertanyakan. Maka dari itu, ada blockchain.

Blockchain menenangkan kita
Dari studi yang sama, 70 persen pelanggan tidak begitu memahami bagaimana blockchain bisa digabungkan dengan IoT. Blockchain dapa menciptakan kepercayaan dengan memberikan ketransparanan dan juga mengurangi biaya dan meningkatkan kecepatan transaksi dengan menghilangankan perantara.

Apabila kita bisa menggabungkan ketiga hal ini, maka kita akan menciptakan Turner's Law of IoT.


Membayangkan persatuan dan masa depan kita
Setelah kita membahas ketiga hal tersebut, mari kita membahas hal yang ada di dunia nyata.

Bayangkan suatu industri yang perlu mengirimkan aset asetnya keluar dan dalam negeri. Ini bisa menyebabkan ketidak nyamanan.

Melintasi perbatasan memerlukan banyak hal yang harus dipersiapkan. Perusahaan pengiriman harus menyiapkan bea cukai dan segala keamanan diatas stakeholder mereka. Mengirim satu kontainer bunga dari Kenya ke Rotterdam saja memerlukan 200 lembar kertas yang harus di tangani. Bayangkan berapa banyak kertas untuk satu kapal yang penuh kontainer.

Dengan bantuan blockchain, semua negosiasi dari berbagai stakeholder di rantai suplai dapat mengubah 200 dokumen menjadi 7 di proyek percobaan dengan menggunakan kontrak pintar blockchain. Pembayaran blockchain juga mampu mengubah transaksi tiga hari menjadi tiga jam dengan menyesuaikan dengan fluktuasi mata uang.

Dengan AI dan IoT, perusahaan juga mampu mengatur jalur terbaik dan memonitor aset aset mereka. Ketika ada suatu permasalahan dalam proses pengiriman, maka IoT akan menyimpan data dan AI menerjemahkannya. Kemudian perusahaan dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Karena banyaknya industri yang melihat ketiga hal ini hanyalah hal yang sepele dan menanggap ketiga hal ini hal yang rumit dan tidak dapat bekerja dengan baik, padahal apabila kita melihat ketiga hal ini sebagai proses lingkaran dan bukan linear, akan banyak sekali prospek bisnisnya.

Banyak sekali yang sudah mengintegrasikan ketiga hal ini dan mereka juga mendapat banyak sekali keuntungan yang didapat. Jadi apabila ketiga hal ini sudah benar benar disatukan dan diterapkan di banyak tempat. Maka kita hanya bisa menikmati semua kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan.



Posting Komentar

0 Komentar